Selasa, 15 Februari 2011

Homeschooling

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya dapat berkembang optimal dan merasa enjoy melalui masa pendidikannya. Setiap orang tua mengharapkan anak berkembang secara fisik dan psikologis sesuai dengan tahap perkembangannya sehingga mencapai hasil yang optimal. Dengan demikian, memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak merupakan harapan setiap orang tua.

Selama ini di Indonesia kebanyakan orang tua memasukkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan agar anak mendapatkan stimulasi yang tepat. Sistem pendidikan ini memang sudah dipraktekkan selama bertahun-tahun dan memang memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan. Bagaimanapun juga, sebagai sebuah sistem buatan manusia pastilah tidak ada yang sempurna.


Akan tetapi, di sisi lain, banyak pula masyarakat yang tidak mampu memasukkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan karena keterbatasan ekonomi, sulitnya dijangkau baik dari segi transportasi maupun geografis, atau alasan lainnya. Kondisi seperti ini merupakan tantangan bagi kita semua, terutama karena setiap anak berhak atas pendidikan yang layak guna bekal kehidupannya kelak. Kita harus berusaha mencari alternatif model pendidikan anak yang tepat untuk anak-anak dari kelompok masyarakat ini, sehingga tidak tertinggal.

Hal yang juga menarik adalah bahwa pada saat ini mulai banyak orang tua merasa lembaga pendidikan yang ada tak lagi dapat memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Orang tua merasa bahwa metode pengajaran yang dipilih tidak sesuai lagi dengan tahap-tahap pertumbuhan, perkembangan, minat dan kebutuhan anak, sehingga anak-anak tidak merasa nyaman berada di lembaga pendidikan. Sekolah dan pendidiknya dianggap hanya mengejar target kurikulum, sehingga anak-anak dibebani dengan berbagai materi yang tidak sesuai dengan kemampuan atau kebutuhannya. Anak-anak dididik demi memenuhi kurikulum, bukan kurikulum dirancang untuk anak. Anak-anak direnggut kemerdekaannya untuk berkreasi dan berimajinasi. Bahkan, lebih parah lagi kemandirian dan hati nurani anak pun direnggut kebebasannya.

Mengapa demikian? Coba kita cermati betul, banyak pendidik yang memberikan hukuman ketika anak berkata jujur. Apa benar? Pasti ini pertanyaan kita selanjutnya. Coba kita amati, ketika anak-anak tidak mengerjakan PR dan dia berkata jujur alasannya, misalnya PR nya terlalu banyak atau terlalu sulit, pasti hukuman yang didapatnya. Akibatnya anak-anak berbohong untuk mendapatkan alasan yang tepat sehingga tidak dihukum, misalnya sakit. Kemudian, orang tua pun jadi ikut mengerjakan PR anaknya atau bahkan anaknya dibuatkan surat keterangan sakit, sehingga anak tidak mendapatkan hukuman. Kita mungkin tidak menyadari, bahwa kita telah menanamkan kebiasaan yang sangat buruk pada anak-anak, yaitu mengajarkan ketidakjujuran dan membohongi hati nurani. Efeknya bukan sesaat, tetapi berkepanjangan. Kita mencetak generasi yang tidak jujur. Sungguh sebuah kesalahan fatal. Apa sebenarnya yang telah terjadi dalam sistem pendidikan kita?

Gambaran penerapan pendidikan semacam itu menyebabkan munculnya berbagai ide tentang sekolah yang menyenangkan sekaligus mencerdaskan anak, yang kemudian memunculkan berbagai sekolah alternatif. Sebagai contoh kemudian muncul sekolah alam yang mengajak anak-anaknya belajar lebih banyak di alam, sehingga tidak terlalu banyak belajar di dalam ruangan yang serba kaku dan tertutup. Anak-anak lebih banyak diajak berkreasi dan mengenal alam lebih dekat, sehingga mencoba mengembalikan dunia anak-anak yang dekat dengan alam. Sekolah alam dirancang sedemikian rupa sehingga menyenangkan anak. Kegembiraan dan kebebasan bereksplorasi menjadi alat utama untuk mendidik anak.

Setelah itu, kemudian muncul alternatif lainnya yang membebaskan anak didiknya untuk belajar apa saja sesuai dengan minatnya. Di sekolah ini tidak ada kelas seperti halnya di sekolah formal. Pendidik hanya berfungsi membimbing dan mengarahkan minat anak-anak dalam mata pelajaran yang disukainya. Di samping itu juga masih banyak sekolah alternatif lain yang mempunyai metode pelajaran sendiri. Dari berbagai alternatif sekolah itu kemudian muncullah sekolah rumah atau homeschooling.

Homeschooling memungkinkan anak belajar sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Di samping itu juga memungkinkan anak belajar dengan menyenangkan karena suasana dibuat sedemikian rupa sehingga anak merasa aman dan nyaman. Feeling at home itulah yang dibangun. Lalu, bagaimana dengan legalitasnya? Homeschooling adalah bentuk pendidikan yang legal, karena homeschooling adalah salah satu model belajar bagi anak-anak.

Homeschooling bukan berarti tidak belajar. Sekolah bukan satu-satunya tempat belajar anak dan cara anak untuk mempersiapkan masa depannya. Keberadaan homeschooling memiliki dasar hukum yang jelas di dalam UUD 1945 maupun di dalam Undang-Undang No. 20/2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional. Sekolah disebut jalur pendidikan formal, homeschooling disebut jalur pendidikan informal. Siswa homeschooling dapat memiliki ijazah sebagaimana siswa sekolah dan dapat melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi manapun jika menghendakinya.

Mengingat bahwa setiap anak dilahirkan dengan bakat dan kemampuan yang istimewa serta kepandaian yang unik, homeschooling dapat menjadi salah satu cara untuk menghormati keistimewaan anak dan potensinya untuk berkembang, karena pada pelaksanaannya, homeschooling dapat disesuaikan dengan gaya belajar, minat, kesiapan dan kecerdasan masing-masing anak.

Bagaimanapun juga, memang tidak ada sistem pendidikan yang sempurna, dan pada kondisi saat ini, homeschooling dapat menjadi alternatif pilihan yang rasional bagi orang tua. Yang paling utama adalah kita dapat memberikan pendidikan yang sesuai dengan dunia, kebutuhan dan minat anak, sehingga seluruh potensi yang dimilikinya dapat berkembang secara optimal.

Ortu Harus Terlibat Pendidikan Anak

Pendidikan anak merupakan tanggung jawab utama orang tua. Terutama untuk pendidikan anak usia dini (PAUD), orang tua jangan menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada bunda PAUD. Sebab, bunda PAUD hanya membantu orang tua dalam mendidik anak.

Agar pendidikan anak dapatoptimal, perlu ada persamaan persepsi antara orang tua dan bunda PAUD. Berdasar ha] tersebut, Pemprov Jatim mencanangkan program penguatan PAUD berbasis keluarga [parenting). Di antara 803 pos PAUD terpadu (PPT) di Surabaya, terpilih satu PPT untuk menjalankan program itu. Yaitu, PPT Pelangi Kelurahan Jemur Wonosari, Wonocolo.


Pembina Tim Penggerak PKK Dyah Katarina mengatakan, program tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh orang tua agar mendapatkan pengetahuan yang mendalam tentang pendidikan anak. "Orang tua siswa PPT Pelangi harus rajin datang dan lebih pintar daripada orang tua yang lain. Sebab, kita sudah mendapatkan kesempatan dan ilmu mendatangi kita," ucapnya saat launching program tersebut di pendapa Kelurahan lemur Wonosari kemarin (29/1).

Sementara itu, Ketua I Forum PAUD Jatim Gadis Heria Nur Diana mengatakan, mulai tahun ini pemerintah semakin memperhatikan PAUD. Karena itu, pemprov mencanangkan program tersebut. "Dengan keterlibatan orang tua dalam PAUD, diharapkan orang tua menyadari potensi anak sebagai individu. Anak satu berbeda dengan yang lain. Begitu pula kebutuhannya," paparnya.

Karena itu, orang tua perlu terlibat aktif dalam pendidikan anak, termasuk terlibat di dalam kelas. Menurut Gadis, saat ini seluruh kabupaten/kota di Jatim sedang berlomba dalam program tersebut. Dia berharap agar Surabaya sebagai salah satu binaannya bisa terpilih sebagai salah satu percontohan.

Ketua PPT Pelangi Chasanah mengatakan, sebenarnya keterlibatan orang tua sudah menjadi program. Hanya, selama ini PPT Pelangi melaksanakan program tersebut secara mandiri. "Dengan adanya dana dari pemprov ini, pelaksanaan program tersebut bisa lebih dioptimalkan," tuturnya

Zat Gizi Mikro untuk Anak Sehat

Hasil terbaru Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan, angka kurang gizi pada balita turun menjadi 17,9% dari sebelumnya 18,4% tahun 2007. Namun demikian, penduduk Indonesia masih menghadapi ancaman masalah gizi mikro, yang biasa disebut kelaparan tersembunyi (hidden hun-get).

"Masalah gizi ini penting untuk menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun kalangan swasta. Penanggulangan masalah nutrisi masih menjadi PR besar di Indonesia," ujar kordinator gizi Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Yuli Rimawati, dalam peringatan Hari Gizi Nasional yang digelar PT Sari Husada di Jakarta, baru-baru ini.


Selain tingginya angka gizi buruk dan gizi kurang, lanjut Yuli, masalah kekurangan gizi mikro (micro nutri-ent) masih sering menghadang tumbuh sehatnya anak-anak Indonesia. Zat gizi mikro adalah zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit, namun dapat mengganggu keseimbangan metabolisme bila tidak terpenuhi.

"Permasalahan gizi mikro yang masih banyak ditemui di Tanah Air adalah kekurangan zat besi, yodium, dan vitamin A. Kekurangan zat gizi mikro ini sangat berisiko bagi anak-anak maupun ibu, khususnya yang hamil dan menyusul," kata Boris Bourdin, presiden direktur PT Sari Husada.

Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap 25 Januari, lanjutnya, merupakan momentum untuk memikirkan persoalan gizi yang masih menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia. Upaya terbaik dalam mengatasi masalah ini perlu segera dilakukan, termasuk melalui penyediaan produk inovatif serta edukasi.

Ia menjelaskan, salah satu upaya untuk membantu pencegahan timbulnya masalah gizi adalah sosialisasi pola makan gizi seimbang. Gizi seimbang ini sudang menghitung kecukupan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral. Kebutuhan gizi ini berbeda-beda setiap anak, tergantung pada jenis kelamin, usia, berat dan tinggi badan, serta aktifitasnya.

Gizi seimbang ini dicukupi oleh aneka ragam bahan pangan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh, baik secara kualitas maupun kuantitas. Direktorat Gizi Kementerian Kesehatan pada 1995telah mengeluarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), untuk penyuluhan pangan dan gizi kepada masyarakat luas, guna memasyarakatkan pola gizi seimbang.

Pedoman itu disusun dalam rangka memenuhi salah satu rekomendasi Konferensi Gizi Internasional di Roma tahun 1992. PUGS merupakan penjabaran lebih lanjut dari pedoman "4 Sehat 5 Sempurna", yang memuat pesan untuk pencegahan masalah gizi kurang maupun gizi berlebih, yang dalam 20 tahun terakhir mulai terjadi di Indonesia.

"PUGS merupakan susunan makanan yang menjamin keseimbangan zat gizi. Hal ini dapat dicapai dengan mengonsumsi beraneka ragam makanan setiap hari," imbuhnya.

Tiga Sumber Utama

Setiap makanan itu dapat saling melengkapi, karena mengandung komposisi zat-zat gizi yang berbeda. Saat ini, pengelompokan bahan makanan disederhanakan berdasarkan tiga fungsi utama zat gizi, yakni sebagai sumber energi atau tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur.

Sumber energi diperlukan tubuh dalam jumlah yang lebih besar dibanding sumber zat pembangun dan pengatur. Sedangkan kebutuhan zatpengatur jumlahnya lebih besar dari zat pembangun.

Sumber energi diperoleh dari beras, jagung, sereal atau gandum, ubi kayu, kentang, dan sejenisnya. Zat pengatur diperoleh dari sayur dan buah-buahan, sedangkan zat pembangun antara lain diperoleh dari ikan, telur, ayam, daging, susu, dan kacang-kacangan.

"PUGS memuat 13 pesan dasaryang dapat digunakan masyarakat sebagai pedoman untuk mengatur makanan sehari-hari yang seimbang dan aman, guna mencapai dan mempertahankan status gizi dan kesehatan yang optimal," imbuhnya.

Ia menambahkan, upaya pemenuhan gizi anak usia dua hingga lima tahun dapat dilakukan melalui pemberian suplemen makanan yang inovatif, yang mengandung multivita-min dan mineral yang dibutuhkan. Konsumsi ini dapat membantu menyeimbangkan gizi dengan pemenuhan kebutuhan semua nutrisi penting.

"Suplemen atau makanan tambahan itu harus diproduksi melalui proses fortifikasi, yakni penambahan satu atau lebih zat gizi mikro," jelas Boris.

Hal itu. lanjut Boris, merupakan strategi penting untuk meningkatkan status zat gizi mikro di dalam makanan. Cara ini membuat produk dapat dijual dalam kemasan sachet dengan harga terjangkau.

"Penting juga dilakukan edukasi yang dikemas secara menarik untuk ibu dan anak-anak. PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini perlu dilakukan untuk pemahaman mengenai pentingnya gizi bagi tubuh," papar Naomi Jamarro, brand manager Gizikita.

Menurut Naomi, kegiatan yang dikemas dengan menarik dan menghibur itu lebih mengena dan diingat pesannya oleh para peserta. Dengan demikian, pengetahuan mengenai pentingnya gizi bagi tubuh selanjutnya bisa diaplikasikan dalam masyarakat

Hati Hati Bila Bayi Susah BAB

Jangan dipandang enteng, apalagi bila disertai perut kembung. Waspadai ada kelainan di usus besar.
Bila bayi kita perutnya kembung dan besar, disertai kesulitan BAB, jangan buru-buru menyangka ia kena cacingan, masuk angin atau salah makan. Bisa jadi itu adalah kelainan yang dinamakan hirschsprung, sesuai nama penemunya, Harold Hirschsprung, pada 1887 di Jerman. Kelainan ini, terang dr. Eva J. Soelaeman, Sp.A, dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, merupakan kelainan bawaan sejak lahir, jadi tak bisa dicegah.
Umumnya, kelainan ini di kandungan dan biasanya ketahuan di bawah usia setahun. Menurut data di Amerika, kelainan hirschsprung banyak dialami anak laki-laki dibanding anak perempuan, dengan perbandingan 3,8 : 1.


SEMBELIT TERUS
Kelainan hirschsprung terjadi pada persarafan usus besar paling bawah, mulai anus hingga ke bagian usus di atasnya, termasuk ganglion parasimpatis, yang mengatur pergerakan usus hingga membuat usus dapat bergerak melebar dan menyempit.


"Nah, pada bayi yang punya kelainan hirschsprung, persarafan ini tak ada sama sekali, atau kalaupun ada, sedikit sekali. Ada-tidaknya persarafan inilah yang menentukan derajat ringan-beratnya kelainan hirschsprung," jelas Eva. Kelainan ini, tambahnya, dari yang ringan sampai yang berat, akan membuat BAB si bayi jadi tak beres dan tak pernah normal. Bahkan, boleh dikata ia akan sembelit terus. Bukankah bila tak ada persarafan yang menggerakkan usus, maka makanan yang masuk tak bisa keluar ke anus?
Jadi, kotoran akan menumpuk dan menyumbat usus di bagian bawah, hingga bayi tak bisa BAB. Penumpukan kotoran di usus besar ini akan membuat pembusukan. Jika pembusukan terjadi dalam waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan dan tak ketahuan, di dalam usus besar akan banyak kuman. Pada akhirnya akan membuat radang usus. Bisa juga lama-lama karena pembusukan kotoran, akan mengeluarkan cairan. Cairan ini akan merembes keluar tanpa bisa ditahan oleh anus karena tak ada persarafan tadi. "Mungkin orang tua ataupun dokter tak menyadari adanya kelainan ini, dianggapnya si bayi mengalami mencret atau diare biasa."

Untuk mengetahui perbedaannya dengan diare yang normal, terang Eva, bisa dicek dari baunya yang busuk. Selain itu, perut si bayi juga akan kembung sekali alias besar. Ditambah lagi dengan ada riwayat BAB yang tak pernah normal. Sedangkan pada diare yang normal, biasanya sebelumnya tak ada riwayat BAB yang bermasalah. "Jadi, tiba-tiba terkena infeksi lalu mencret."

TINDAKAN OPERASI
Untuk memastikan adanya kelainan ini dilakukan pemeriksaan dengan barium enema lewat anus. Hingga, bisa kelihatan seberapa sempit ususnya dan seberapa panjang kerusakan usus yang terjadi.
Bagian usus yang tak ada persarafannya ini harus dibuang lewat operasi. Operasi biasanya dilakukan dua kali. Pertama, dibuang usus yang tak ada persarafannya. Kedua, kalau usus bisa ditarik ke bawah, langsung disambung ke anus. Kalau ternyata ususnya belum bisa ditarik, maka dilakukan operasi ke dinding perut, yang disebut dengan kolostomi, yaitu dibuat lubang ke dinding perut. Jadi bayi akan BAB lewat lubang tersebut.

Nanti kalau ususnya sudah cukup panjang, bisa dioperasi lagi untuk diturunkan dan disambung langsung ke anus. Biasanya menunggu sampai ususnya lebih panjang ini bisa makan waktu sampai 3 bulan, tergantung kondisi si anak. "Selama itu, anak tetap harus dikontrol terus, dua minggu sekali atau sebulan sekali."
Jika orang tua tak menyadari bayinya mengalami kelainan ini alias kelainan ini dibiarkan terus berlangsung, maka perut si bayi makin lama makin membesar. Hal ini disebabkan usus besarnya lebar, sedangkan di bagian sfingter bawahnya kecil sekali.

"Kalau mau disambung ke anus nantinya tak bisa, karena ususnya sudah melembung dan tak bisa balik lagi." Supaya mengecil, maka harus dikolostomi dulu, hingga usus menjadi kecil ini bisa makan waktu antara 6­12 bulan. "Jika ukurannya sudah sama barulah bisa disambungkan."

Menurut Eva, setelah dioperasi dengan dibuang kelainannya, BAB anak biasanya akan normal kembali. "Kecuali jika kelainannya parah sampai usus besarnya harus dibuang semuanya, maka akan tetap bermasalah." Seperti diketahui, fungsi usus besar yang terpenting adalah menyerap cairan yang banyak di dalam tubuh. Selain juga menyerap zat-zat yang tak bisa diserap di usus halus, misal, vitamin-vitamin. Di dalam usus besar ini ada kuman-kuman yang dibutuhkan tubuh, yaitu flora usus normal. Flora ini berguna karena akan memproduksi vitamin K, untuk pembekuan darah, dan vitamin B12, agar tubuh tak kekurangan darah atau tak anemia. Nah, di usus besar ini pula flora tersebut mengeluarkan enzim-enzim pencernaan.

"Jadi, kalau di akhir usus halus ada 9 liter cairan per hari, misal, maka hanya 100 cc cairan tak akan diserap usus besar dan dikeluarkan bersama BAB." Bisa kita bayangkan kalau usus besar tak ada, maka cairan dalam tubuh per harinya itu akan keluar semua. Ancamannya, anak bisa kekurangan cairan atau dehidrasi alias akan diare terus. "Ini yang dinamakan sindrom usus pendek." Kalau sudah demikian, mengatasinya dengan banyak minum. Kebutuhan cairan untuk anak sekitar 100 cc/kg BB, paling banyak 100-200 cc sehari. "Karena itulah, dalam memotong usus besar tak boleh panjang-panjang, harus diperhitungkan. Walaupun kondisi demikian jarang terjadi."


Bedanya Dengan Sembelit Biasa
Seperti dikemukakan di atas, kelainan ini membuat BAB anak jadi sulit alias sembelit. Namun sembelitnya tak seperti sembelit biasa. Anak tak bisa BAB terus-menerus. Kalaupun bisa, seminggu hanya sekali atau dua kali. "Kalau anak sembelit biasa, sulit BAB-nya hanya sekali-kali, misal, kalau kurang makan serat. Pada kelainan hirschsprung, BAB selalu jelek terus, tak pernah bagus, dalam arti terhambat terus-menerus," jelas Eva.

Untuk mengetahui sejak dini kelainan ini, perhatikan BAB pertama kali kala baru lahir. "Pada bayi normal, 90 persen dalam waktu 24 jam sudah mengeluarkan mekonium (BAB pertama kali, Red.). Paling lama dalam waktu 48 jam. Sedangkan pada bayi dengan hirschsprung, mekonium ini tidak keluar-keluar dalam waktu itu."

Pada bayi yang sembelit biasa, dengan dirangsang pemberian obat pencahar bisa langsung bereaksi. Kotorannya akan segera keluar dan biasanya keras. Sementara pada bayi dengan hirschsprung, pemberian obat pencahar ataupun makanan, semisal pepaya, tak ada efeknya alias tak bereaksi apa-apa. "Ini biasanya bila usus yang tak ada persarafannya itu panjang, misal 10 cm. Namun, jika pendek, semisal hanya 1 cm, dengan pemberian obat pencahar dari anus, masih bisa keluar kotorannya. Hanya saja kotorannya lembek." Celakanya, kotoran lembek ini seringkali disalahartikan sebagai ada perbaikan. "Padahal tidak demikian, hanya semu saja."

Nah, membedakan ini dengan sembelit biasa, dilakukan dengan bantuan rontgen menggunakan barium enema. "Dengan cara ini kerusakannya akan diketahui. Bisa juga mengetahui gejala awalnya dengan memasukkan sedikit jari kita ke anusnya. Jika keluar, kotorannya akan menyemprot. Selain itu, jari yang dimasukkan pun akan dijepitnya oleh lubang anus tadi. Nah, gejala seperti itu biasanya hirschsprung."

Perawatan Kolostomi
Menurut Eva, setelah operasi kolostomi, sebaiknya orang tua merawatnya dengan hati-hati. Karena usus tersebut disambungkan ke dinding perut, maka kotoran akan keluar terus. Jadi, harus sering-sering diganti balutannya.

"Menggunakan plesternya pun harus baik. Kalau tidak, membuat kulit si bayi jadi lecet. Dalam membersihkannya juga harus dengan antiseptik." Selain itu, jangan sampai kotorannya berceceran atau bocor terkena jahitan, karena dalam usus sendiri ada kuman. Jadi, kalau kurang bersih, bisa terkena infeksi dan berakibat fatal.

Bayi Laki Laki atau Perempuan Ada Kiatnya

Secara ilmiah, penentuan jenis kelamin calon bayi sangat dipengaruhi oleh jenis kromosom yang berhasil menjangkau sel telur.

Bila kromosom X yang membuahi sel telur, maka akan lahir bayi perempuan. Sebaliknya, bila kromosom Y yang membuahi, maka akan lahir bayi laki-laki.

Sifat kromosom X berbeda dengan kromosom Y. Kromosom X, meski masa hidupnya lebih lama, memiliki kemampuan "berenang" lebih lambat dibandingkan dengan kromosom Y. Sedangkan kromosom Y itu perenang tangkas meski masa hidupnya lebih pendek.


Kiat yang mengikuti paham mitologi kuno, yang juga diikuti oleh dr. Jules Black dari Australia, ini katanya keberhasilannya mencapai 85%. Untuk memperbesar kemungkinan mendapatkan bayi laki-laki, dianjurkan agar sanggama dilakukan tepat pada saat sang istri sedang dalam masa ovulasi.
Untuk mengetahui saat itu, Anda bisa membeli peralatan sederhana (kit) yang tersedia di apotek. Posisi sanggama yang dianjurkan, istri memunggungi dada suami.

Posisi ini katanya lebih menjamin "tersimpannya" cairan sperma selain berdekatan sekali dengan bagian leher rahim istri. Dengan demikian, kromosom Y yang kemampuan berenangnya lebih cepat, praktis akan lebih cepat pula mencapai sel telur. Semakin sering cara ini dilakukan, semakin besar kemungkinannya untuk mendapatkan bayi laki-laki.

Bila kita menginginkan bayi perempuan, sanggama dilakukan sampai batas dua atau tiga hari sebelum masa ovulasi. Dengan demikian hanya kromosom X yang lebih bertahan lama sementara menunggu sel telur terlepas dari ovarium.

Sebelum hubungan dilakukan, dianjurkan untuk mengkonsumsi cairan asam. Di sini, dianjurkan pula agar penetrasi pria tidak terlalu dalam, sehingga diharapkan sel sperma kromosom X saja yang berkesempatan tetap hidup dan terus berenang menuju sel telur.

Disarankan posisi sanggamanya yang klasik (berhadapan). Menghindari orgasme (bagi istri) lebih dianjurkan agar tercipta lingkungan dalam vagina yang lebih alkalis (basa), lingkungan favorit bagi kromosom X.

Sebuah studi di Prancis menganjurkan, bila menginginkan bayi laki-laki, disarankan lebih banyak mengkonsumsi makanan asin, daging, serta makanan yang banyak mengandung kalium seperti pisang, aprikot, dan seledri. Bila ingin anak perempuan, banyak makan makanan yang mengandung banyak zat besi dan kalsium.

Tentu saja pilihan ini lebih tepat ditujukan bagi pasangan yang tidak mempunyai masalah dengan sistem reproduksinya.

Mitos Seks Seputar Kehamilan

Banyak mitos tentang seks dan kehamilan yang beredar luas di masyarakat, dan dianggap sebagai suatu kebenaran. Karena dianggap benar, maka perilaku seksual juga dipengaruhi dan mengikuti informasi yang salah sesuai dengan mitos itu.
  1. Harus sering. Salah satu mitos yang beredar luas di masyarakat ialah hubungan seksual harus sering dilakukan selama masa hamil, agar bayi di dalam rahim dapat bertumbuh subur dan sehat.
    Alasannya, dengan melakukan hubungan seksual maka bayi mendapat siraman sperma sehingga bertumbuh subur dan menjadi bayi yang normal dan sehat. Maka tidak sedikit pasangan suami istri yang berupaya agar sering melakukan hubungan seksual selama hamil dengan tujuan agar sang bayi normal dan sehat.

    Padahal anggapan tersebut tidak benar sama sekali. Tidak ada hubungan lagi antara sperma dengan bayi yang ada di dalam rahim. Tidak ada hubungan pula antara sperma dan pertumbuhan bayi. Artinya, kalau selama hamil melakukan hubungan seksual, maka sel jadi subur dan sehatnya bayi di dalam rahim tidak dipengaruhi oleh ada tidaknya sperma yang masuk selama kehamilan. Yang benar adalah, kualitas sel spermatozoa yang berhasil membuahi sel telur berpengaruh terhadap kesehatan kehamilan yang terjadi.
  2. Posisi Kanan & Kiri. Mitos yang lain mengaitkan posisi hubungan seksual dengan jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan. Konon kalau posisi pria ketika melakukan hubungan seksual dimulai dari kiri dan diakhiri di sebelah kanan, maka bayi laki-laki yang akan dilahirkan. Sebaliknya, bila hubungan seksual dimulai dari sisi kanan dan diakhiri di sisi kiri, maka bayi perempuan yang akan dilahirkan.

    Tentu saja informasi ini salah dan sangat tidak rasional, karena jenis kelamin bayi tidak ditentukan oleh posisi pria ketika berhubungan seksual. Jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis sel spermatozoa yang berhasil membuahi sel telur.

    Kalau spermatozoa dengan kandungan kromosom X yang membuahi sel telur, maka akan terbentuk bayi perempuan. Kalau spermatozoa dengan kromosom Y yang membuahi sel telur, akan terbentuk bayi laki-laki. Tetapi ternyata tidak sedikit orang yang mempercayai mitos itu dan melakukannya.
  3. Boleh-Tidaknya Berhubungan. Anggapan lain yang juga salah tetapi beredar luas di masyarakat ialah bahwa hubungan seksual tidak boleh dilakukan agar tidak mengganggu perkembangan bayi. Anggapan ini tidak benar, karena tidak ada alasan bahwa hubungan seksual pasti mengganggu perkembangan bayi.
Sebaliknya ada anggapan lain yang menyatakan bahwa hubungan seksual tidak menimbulkan akibat apa pun terhadap kehamilan, sehingga boleh saja dilakukan seperti sebelumnya. Anggapan ini juga tidak selalu benar, tergantung kondisi kehamilannya.

Menghitung Usia Kehamilan

Begitu dinyatakan positif hamil, saat itu pula Anda mulai menghitung usia kehamilan. Ada banyak cara. Mana yang paling akurat?

Seringkali ibu hamil tidak tahu pasti berapa usia kehamilannya, karena waktu terjadinya pembuahan tidak diketahui secara pasti. Berikut beberapa cara untuk menghitung usia kehamilan Anda.

• Hari pertama haid terakhir
Di sini, daur haid yang jadi patokan. Berdasarkan tanggal itu, dokter memperkirakan usia kehamilan dan tanggal kelahiran si kecil yang dihitung berdasarkan rumus Naegele, yakni (hari+7), (bulan–3), (tahun+1). Contohnya, bila haid terakhir tanggal 1 Juni 2003, diperkirakan persalinan tanggal 8 Maret 2004.
Catatan:

• Rumus ini hanya bisa diterapkan pada wanita yang daur haidnya teratur, yakni antara 28-30 hari.
• Perkiraan tanggal persalinan sering meleset antara 7 hari sebelum atau setelahnya. Hanya sekitar 5% bayi yang akan lahir sesuai perhitungan ini.
• Untuk mengurangi kemungkinan terlalu melesetnya perhitungan pada wanita yang daur haidnya pendek, akan ditambahkan beberapa hari dari hari-H. Sedang yang daur haidnya panjang, akan dikurangi beberapa hari.
• Untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya Januari, Februari, dan Maret, maka bulannya ditambah 9, tapi tahunnya tetap.

• Gerakan janin
• Pada kehamilan pertama, gerakan janin mulai terasa sesudah usia kehamilan 18-20 minggu.
• Pada kehamilan ke-2 dan seterusnya, gerakan janin sudah terasa pada usia kehamilan 16-18 minggu.
• Memasuki trimester ke-3 usia kehamilan, gerakan janin akan semakin kuat dan sering. Namun, tak jarang janin justru kurang aktif bergerak.

Catatan: Perkiraan ini dilakukan bila Anda lupa hari pertama haid terakhir.

• Tinggi puncak rahim
Pada pengukuran ini, dokter akan meraba puncak rahim (fundus uteri) yang menonjol di dinding perut. Di sini, usia kehamilan dihitung dengan 3 cara yang dimulai dari tulang kemaluan.
• Memakai satuan cm
• Kalau jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim sekitar 28 cm, ini berarti usia kehamilan sudah mencapai 28 minggu.
• Tinggi maksimal puncak rahim adalah 36 cm, dan ini menunjukkan usia kehamilan 36 minggu.

Catatan: Ukuran ini tidak akan bertambah lagi, meski usia kehamilan mencapai 40 minggu. Kalaupun tingginya bertambah, kemungkinan bayi Anda besar, kembar, atau cairan tubuh Anda berlebih.

• Menggunakan 2 jari tangan
• Jika jarak antara tulang kemaluan dengan puncak rahim masih di bawah pusar, setiap penambahan 2 jari berarti penambahan usia kehamilan sebanyak 2 minggu.
• Bila jarak tadi sudah di atas pusar, setiap penambahan 2 jari sama dengan bertambahnya usia kehamilan 4 minggu.

• Membandingkan tinggi puncak rahim dan tinggi pusar
• Kalau sama-sama tinggi, ini berarti usia kehamilan mencapai 5 bulan.
• Tinggi puncak rahim yang melewati pusar dan hampir di tengah-tengah dada menunjukkan usia kehamilan sudah sekitar 7 bulan.
• Jika tinggi puncak rahim sudah mencapai dada, dapat dipastikan usia kehamilan 9 bulan.

Catatan: Cara ini agak sulit dilakukan pada wanita yang bertubuh gemuk.

• Ultrasonografi (USG)

USG dapat menentukan usia kehamilan dan memperkirakan waktu kelahiran si kecil berdasarkan “gambar” janin yang muncul pada layar monitor dengan bantuan transducer .

Catatan: USG sering digunakan untuk melengkapi kepastian usia kehamilan. Meski biaya pemeriksaannya agak mahal, tapi tingkat akurasinya tinggi, yakni sekitar 95%.

Nah, cara mana yang terbaik? Sulit ditentukan, karena masing-masing cara memiliki kelebihan sekaligus kekurangan. Menggabungkan beberapa cara merupakan pilihan terbaik.